Home / Post / Berita / Peduli Kemanusiaan, Pemkab. Mimika Lepas Relawan Dan Bantuan ke Sulawesi Tengah

Peduli Kemanusiaan, Pemkab. Mimika Lepas Relawan Dan Bantuan ke Sulawesi Tengah

Timika ~ Gempa bumi dan Tsunami yang terjadi sejak Jum’at (28/09/2018) di Palu-Donggala telah menyisakan suasana mencekam dan duka mendalam. Sepekan lebih sejak terjadinya gempa pertama di Palu dan Donggala tercatat korban yang meninggal telah mencapai 2.045 jiwa lebih dan sebanyak 82.775 warga mengungsi.

Diketahui sampai hari selasa kemarin, masih banyak jenazah korban tsunami dan gempa yang belum diketemukan. Apalagi laporan orang hilang dan korban luka berat yang mencapai ratusan. Sehingga kebutuhan tenaga penyelamat dan tenaga medis masih sangat dibutuhkan.

Menyikapi hal tersebut sekaligus sebagai bentuk kepedulian Masyarakat Kab. Mimika terhadap Bencana alam dan Tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala Bupati Mimika yang di Wakili oleh Asisten 1 Pemerintahan Bpk. Damianus Katiop melaksanakan kegiatan Pelepasan Relawan Emeneme Yauware dan bantuan Non Tunai untuk bencana korban Gempa dan tsunami Sulawesi Tengah Tahun 2018 di Halaman Gedung Eme Neme Yaware Jl. Budi Utomo, Distrik Mimika Baru, Kab. Mimika,Kamis (11/10/2018).

Acara yang dihadiri ± 300 orang tersebut terdapat Tamu Undangan dari Forkopimda Kab. Mimika dan Masyarakat Peduli Palu dan Donggala untuk melepas 10 orang relawan dari Kab. Mimika yang di Ketuai Bpk. Umar Habib (Ketua Baznas Kab Mimika) dan Wakil Ketua FKUB Kab. Mimika Bpk. HM. Amin Ar, S.Ag., (ketua MUI kab mimika). Rombongan Relawan diperkirakan akan sampai posko di Palu pada Jumat dengan menggunakan armada pesawat. Sedangkan bantuan yang berupa barang diberangkatkan melalui jalur Laut dengan perkiraan 4 – 7 hari baru sampai  Posko di Palu.

Meski telah mengerahkan bantuan relawan ke Palu dan Donggala, menurut Damianus Katiop, hingga saat ini sebagian besar relawan juga masih terus menjalankan berbagai aksi kemanusiaan untuk bencana yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). “Peristiwa kedaruratan luar biasa di Palu, tidak lantas membuat kami meninggalkan Lombok. Banyak masyarakat yang mengangap kondisi di Lombok sudah baik padahal belum”, kata Asisten 1 Pemerintahan tersebut.

Kondisi di Lombok hingga saat ini masih belum berubah. Sebagian besar korban bencana di Lombok, masih membutuhkan bantuan beragam fasilitas sandang, pangan, dan tempat tinggal.

“Sampai sekarang masyarakat di Lombok masih tinggal di tenda-tenda darurat dan tendanya pun tidak layak karena sebagian besar bangunan di Lombok sudah hancur. Satu tenda bahkan terpaksa ditempati 10 kepala keluarga (KK)”, Pungkasnya.

Ketua Baznas Bpk.  Habib Umar  juga  mengatakan meski tidak melakukan upaya penyelamatan dan evakusi, saat ini relawan yang kita berangkatkan akan berfokus melanjutkan bantuan kesehatan, trauma healing, pemenuhan kebetuhan pangan, serta berbagai upaya pemulihan pasca Gempa dan Tsunami seperti pembangunan fasilitas rumah darurat, sekolah darurat, dan masjid darurat.

“Setelah gempa berkali-kali dan tsunami, sumber air di Palu dan Donggala  juga menjadi tertutup sehingga sulit menemukan air. Selain itu malaria dan penyakit kulit juga banyak menimpa pengungsi di sana,” kata dia. (Prd/Cen)

About redaksi