Home / Post / Berita / Cegah Peredaran Barang Ilegal, Satgas Yonif Raider 509 Kostrad Periksa Para Pelintas Batas

Cegah Peredaran Barang Ilegal, Satgas Yonif Raider 509 Kostrad Periksa Para Pelintas Batas

Keerom – Dalam rangka menjaga kondusitivitas di wilayah perbatasan, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI- PNG Yonif Raider 509 Kostrad melakukan kegiatan pemeriksaan para pelintas batas untuk mencegah peredaran barang ilegal dan terlarang di jalan perlintasan perbatasan Kampung Bompay, Distrik Waris, Kab. Keerom, Papua. Sabtu (30/11).

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Pamtas Letkol Inf Wira Muharromah, S.H., P.Sc., menuturkan bahwa, jalan perlintasan perbatasan Kampung Bompay, Distrik Waris merupakan titik rawan terhadap adanya peredaran barang terlarang.

Letda Inf Hendry Angung Budianto beserta enam orang anggotanya melakukan pemeriksaan kepada semua pengendara yang melintasi perbatasan dengan cara mengecek barang bawaan yang ada di dalam kendaraan maupun yang dibawa langsung oleh yang bersangkutan.

Dalam operasi ini berhasil disita/diamankan Miras jenis Whisky Jenever sebanyak 1 botol dan jenis Anggur Merah 1 botol yang dibawa Ekman Tuu (22 Th), Warga Kampung Umuaf RT. 001 RW. 001, Desa Umuaf, Distrik Web, Kabupaten Keerom beserta satu temannya.

Wira menjelaskan, pihaknya dengan gencar akan terus melakukan pencegahan penyaluran miras ilegal maupun barang ilegal lainnya yang akan masuk ke wilayah teritorialnya disamping tugas pokoknya mengamankan kedaulatan NKRI di wlayah perbatasan RI-PNG.

Yang sering kita jumpai disini bahwa Miras merupakan pemicu utama dari banyaknya muncul konflik dalam rumah tangga, lingkungan serta dalam bermasyarakat. Dalam hal kecelakaan lalu lintas, yang paling banyak terjadi dan yang paling menonjol juga adalah akibat pengendara terpengaruh miras sehingga menimbulkan kerugian materiil dan juga kerugian bagi diri seperti luka ringan, luka berat sampai meninggal dunia.

“Sudah jelas ada Pergub No.15 Tahun 2013 yang melarang peredaran miras, akan tetapi masih banyak warga yang membawanya dan mengkonsumsinya. Bahkan mereka juga tahu efek dan akibatnya bagi kesehatan, namun hal tersebut tidak dihiraukan”, tutur Wira.

Henry Agung Budianto memberikan himbauan kepada para pengendara yang membawa miras atau dalam pengaruh miras saat membawa kendaraan agar tidak lagi mengkonsumsi Miras.

“Saat diamankan, Ekman Tuu kami berikan himbauan dan pengertian serta anjuran untuk tidak mengkonsumsi Miras kembali”, kata Henry Budi Agung. (Prod/Cen)

About admincen