Home / Post / Berita / Dampak Tidak Adanya Tenaga Pengajar Di Beberapa Wilayah Kab. Nduga

Dampak Tidak Adanya Tenaga Pengajar Di Beberapa Wilayah Kab. Nduga

Wamena – Seperti kejadian pada bulan Oktober 2018 silam, Kelompok Separatis tersebut menyandera 15 guru dan pegawai kesehatan yang bekerja di Distrik Mapenduma dari mulai tanggal 3 s/d 17 Oktober 2018, bukan sekedar menyandera, mereka juga menyiksa sandera serta memperkosa Monica Tandy Suku Toraja yang merupakan seorang guru SD YPGRI 1 Mapenduma di Distrik Mapenduma Kabupaten Nduga. Bukan hanya itu, mereka juga mengancam akan membunuh seluruh masyarakat pendatang yang berada di wilayah tersebut.

Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata atau yang biasa kita sebut KKSB wilayah Kabupaten Nduga yang saat ini berkeliaran di hutan dan pegunungan di sekitaran Distrik Yigi dan Mapenduma. Mereka terkenal sadis dan tidak pandang bulu, kelompok separatis tersebut juga berperilaku bejat dan tidak manusiawi.

Kejadian tersebut sangat berdampak luar biasa pada situasi dan kondisi wilayah Nduga, para guru pengajar dan petugas kesehatan yang notabene sebagai pendatang merasa trauma dan ketakutan, Yang lebih fatal dari kejadian tersebut adalah tidak adanya proses belajar mengajar hingga saat ini di wilayah tersebut, siswa siswi dari mulai SD hingga SMA yang merupakan generasi penerus Bangsa tidak dapat mengenyam pendidikan.

Dalam wawancaranya, Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto S.H menyampaikan ” Bahwa membenarkan adanya siswa-siswi mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA yang berjumlah sekitar 320 orang berada di Wamena dikarenakan tidak adanya tenaga pengajar di sekolah mereka sehingga mereka berinisiatif untuk membangun sekolah darurat di halaman Gereja Weneroma Kampung Elekma Distrik Wamena Kabupaten Jayawijaya, seluruh siswa-siswi yang mengenyam pendidikan di Wamena mereka tinggal di rumah sanak keluarganya yang sebagian besar berada di Kampung Elekma, hal ini disebakan pasca kejadian penyanderaan, pemerkosaan serta ancaman dari KKSB sehingga para tenaga pengajar/guru tidak mau kembali ke sekolah masing-masing.

Disamping itu, Dandim juga telah berkoordinasi dengan Pemda Nduga agar para siswa-siswi yang berdatangan ke Wamena seluruhnya dapat melanjutkan sekolah di Kenenyam yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Nduga. (Prd/Cen)

About redaksi