Danramil 1703-01/Enarotali Sambut Prosesi Ibadah Gerbang Natal Bersama Jemaat GPDI Anthiokia

Paniai – Ibadah menyambut gerbang Natal Jemaat GPdI Anthiokia Enarotali dengan tema “Awetako Enaa Agapida” dan Sub Tema “Melalui Kelahiran Kristus Kita Memperoleh Kepastian akan masa depan dan Hidup Yang Kekal” (Amsal 23:18), yang dihadiri Danramil 1703-01/Enarotali, Mayor Cba (K) Marina Rumawak bersama anggota bertempat di Gereja GPDI Anthiokia Enarotali, Jalan Bappoda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, Minggu (11/12/2022).

Turut hadir dalam acara tersebut, Kompol Abdus Syukur Felani S.I.K (Kapolres Paniai), Mayor Cba (K) Marina Rumawak (Danramil 1703-01 Enarotali), Kapten Pas Bambang Imam Nasrudin, Iptu Frits R Yawan (Kasat Reskrim Polres Paniai) dan Letda Inf Gigih Sugihantoro

Menurut Danramil 1703-01/Enarotali Mayor Cba (k) Marina Rumawak, bahwa Koramil 1703-01/Enarotali mengucapkan selamat menjalankan Ibadah menyambut Perayaan Natal Kelahiran Tuhan Yesus Kristus.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan berkah kesehatan, kedamaian dan kesejahteraan untuk kita semua,” ungkapnya.

Selain itu, Ia menyampaikan, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi umat Kristiani dalam menjalankan ibadah Natal dari gangguan ketentraman dan ancaman lainya, dengan melibatkan personel Koramil yaitu para Babinsa yang bersinergi dengan pihak Bhabinkamtibmas dari Polsek Paniai Timur, Satpol PP serta elemen masyarakat lainnya.

“Pentingnya sebuah kerukunan dalam umat beragama, kita sebagai manusia dalam berinteraksi harus tetap mengedepankan kerukunan sebagai prinsip pergaulan untuk persatuan dan kesatuan demi terwujudnya ketahanan wilayah,” tuturnya.

Danramil 1703-01/Enarotali setelah selesai melaksanakan ibadah bersama para Jemaat GPdI Anthiokia Enarotali membagikan bingkisan Natal kepada anak-anak yang hadir pada saat Ibadah dan anak-anakpun cukup senang dengan adanya bingkisan Natal yang di bagikan Danramil beserta anggota.

Ibadah menyambut gerbang Natal Jemaat GPdI Anthiokia Enarotali diisi dengan acara Pembukaan, Pembacaan Gerbang Natal oleh Anak-anak Gereja Pantekosta di Indonesia Enarotali (GPDI), Nyanyi puji-pujian dan sambutan-sambutan, Persembahan, Firman Tuhan, Penyalaan Lilin dan Tarian Lilin oleh Remaja GPDI Enarotali.

Dalam kegiatan tersebut Pendeta Marthen Waromi (Tokoh Agama) membacakan Firman Tuhan yang intinya bahwa arti dari Tema pada kegiatan Perayaan Natal kali ini yaitu Hari esok harus lebih baik dari hari ini, dengan begitu kita harus optimis agar bagaimana masa depan bisa jadi milik kita.

“Berita kelahiran Yesus disampaikan oleh Malaikat Tuhan kepada Maria. Melalui Natal ini kita akan belajar dari Maria bagaimana hidup bergembira dalam rencana Allah, sekalipun rencana tersebut adakalanya membuat hidup kita terasa berat,” jelas Pendeta

“Kabar baik yang diterima Maria adalah kehadiran seorang bayi bernama Yesus, yang nantinya akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah yang Mahatinggi. Ia adalah Raja untuk selama-lamanya dan KerajaanNya tidak berkesudahan. Ini adalah sebuah peristiwa yang luar biasa dan mencengangkan. Sudah sepantasnyalah semua orang bergembira dengan kabar baik ini. Tetapi sebagaimana umumnya yang terjadi dalam keseharian kita, tidak semua kabar yang dinilai baik bagi seseorang akan menjadi kabar baik pula untuk orang yang lain.”

“Berita yang sangat istimewa ini tidak membuat Maria lupa bahwa walau ia yang dipercaya untuk mengandung dan melahirkan bayi itu, tetapi ia tetap adalah seorang perawan yang masih terikat status pertunangan dengan Yusuf. Ada risiko besar yang harus ditanggungnya bila sampai masyarakat mengetahui tentang kehamilannya.”

“Lihat kehidupan Maria, pada awalnya dia adalah seorang gadis biasa yang sederhana dan polos. Tidak banyak orang yang mengenal dia, bukan berasal dari keluarga kerajaan yang punya kekuasaan besar atau kekayaan yang besar. Mungkin dia seperti kebanyakan dari kita yang hadir pada saat ini. Tapi perhatikan baik-baik: Ketika dia mendapatkan anugerah Allah yang besar itu, hidupnya disertai Tuhan, langkah-langkahnya diatur oleh Tuhan, dan dia dipakai secara luarbiasa untuk melahirkan bayi Yesus, namanya harum dicatat dalam Alkitab, dan melalui hidupnya banyak orang-orang yang diberkati,” jelas Pendeta Marthen Waromi.

Setelah Pdt Marthen Waromi (Tokoh Agama) membacakan Firman Tuhan dilanjutkan Tarian dari remaja GPDI Anthiokia Enarotali.

Dalam kesempatan menyampaikan Sambutannya, Pendeta Hans Tebay (Ketua FKUB Kabupaten Paniai) mengatakan Perjalanan sejarah Gereja di Papua yaitu terlebih dahulu masuk sebelum pemerintah masuk, dan salah satu tugas sebagai tokoh agama yaitu dapat membentuk karakter, sifat masyarakat papua.

“Hal ini merupakan suatu tantangan bagi kami karena pada dasarnya masyarakat papua cenderung susah diberikan pemahaman. Di dalam melaksanakan tugas dengan berbagai dinamika yang terjadi adalah bagian dari semangat kita dan perbedaan bukan suatu halangan bagi kita melainkan sebagai warna untuk kita dalam menjalani kehidupan,” jelasnya.

“Pada kesempatan kali ini saya menyampaikan terimakasih kepada seluruh staf penggembala maupun panitia yang terlibat dalam perayaan natal malam hari ini sehingga kegiatan kali ini dapat berlangsung dengan lancar.”

Lanjut di katakan Pendeta Hans Tebai (Ketua FKUB Kab. Paniai), bahwa FKUB Paniai mendapat 5 sertifikat, sebagai FKUB terbaik.

“Hal ini merupakan salah satu kesuksesan bagi kami selaku Ketua FKUB Kabupaten Paniai dan saya harap kedapannya kami akan tetap mendapatkan sertifikat sebagai FKUB terbaik se-Provinsi Papua,” katanya

“Saya mewakili segenap panitia Natal mengucapkan terimakasih kepada bapak ibu telah menghadiri pada perayaan Natal dan kepada panitia yang ikut menyukseskan perayaan Natal di GPDI Enarotali sehingga dapat berjalan dengan lancar. Selamat natal dan tahun baru 2023, semoga apa yang belum dapat kita capai di tahun ini dapat kita capai di tahun depan,” tutup Pdt Hans Tebai.

Otentifikasi : Pendam XVII/Cenderawasih.

Check Also

Babinsa Tigi Laksanakan Pengamanan Dan Pemantauan Hari Raya Idul Fitri 1445 H

Deiyai ~ Babinsa Koramil 1703-02/Tigi Serka Petrik Yarances bersama 5 orang rekan lainya dan Bhabinkamtibmas …