Ini Penjelasan Pangdam XVII/Cenderawasih Dalam Pertemuan Safari Pemilu TNI Polri dan Pemda Di Prov. Papua Pegunungan

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan, M.Han beserta Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri, S.I.K dan rombongan tiba di Bandara Wamena, Kab. Jayawijaya, Prov. Papua Pegunungan dalam rangka mengikuti rangkaian Safari Pemilu TNI Polri, Pemda dan Penyelenggara Pemilu tahun 2024, Sabtu (7/10/2023).

Usai disambut Para Pejabat Forkopimda Jayawijaya di Bandara Wamena, Pangdam XVII/Cenderawasih beserta rombongan langsung menuju gedung Aikthousa untuk mengikuti pertemuan Safari Pemilu tahun 2024. Tampak hadir Para Pejabat TNI Polri, Forkopimda Prov. Papua Pegunungan, KPU dan Bawaslu Prov. Papua Pegunungan, Para Ketua Parp peserta Pemilu, Forkopimda Kab. Jayawijaya, KPU dan Bawaslu Kab. Jayawijaya.

Kegiatan pertemuan yang dimulai pada Pkl. 10.40 Wit ini, diawali ucapan selamat datang dari Pj. Gubernur Papua Pegunungan kepada peserta, sekaligus menyampaikan arahan dan harapannya. Hal yang sama juga disampaikan Kapolda Papua terkait Kamtibmas Pemilu.

Sementara itu, saat didaulat menyampaikan paparan dan arahannya, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan, M.Han menegaskan bahwa dalam pelaksanaan tugasnya memegang teguh UU RI No.34 tentang TNI. Demikian pula permasalahan Netralitas tetap menjadi pijakan untuk tidak berpihak, tidak ikut membantu salah satu pihak, dilarang terlibat menjadi anggota partai politik, tidak terlibat politik Praktis lainnya.

Tak hanya itu, Pangdam juga menjelaskan kerawanan pada saat tahap pencalonan Pileg dan Pilpres, kerawanan masa Kampanye, kerawanan masa pemungutan suara, kerawanan rekapitulasi suara. Termasuk apabila terjadi penolakan Caleg, pemalsuan data, mobilisasi masing-masing Paslon, penetapan kursi oleh KPU dan Bawaslu, sengketa perseorangan dan lembaga penyelenggara Pemilu, Isu Sara, penyebaran berita Hoax dan ujaran kebencian, serta kemungkinan keterlibatan KST.

“Pada masa kampanye perlu diwaspadai bentrok antar massa, pengrusakan fasilitas kampanye dan fasilitas umum, pelibatan anak dibawah umur, adanya politik praktis dari TNI Polri dan pejabat Pemda, adanya intimidasi. Sehingga semua itu dapat dicegah untuk diantisipasi,” ungkap Pangdam.

“Demikian pula perlu antisipasi apabila terjadi panitia penyelenggara tidak netral, perselisihan saat pemungutan suara di TPS dan pemungutan maupun pencoblosan dengan sistem Noken maupun potensi sengketa antar Parpol/kandidat dan ketidaktransparan/curang selama rekapitulasi suara dapat berujung terjadi konflik,” imbuhnya.

Sedangkan terkait peran TNI dalam Pemilu juga ditegaskan oleh Pangdam XVII/Cenderawasih bahwa TNI bertugas sesuai tugas dan fungsi perbantuan TNI kepada Polri dan memegang komitmen netralitas, serta tidak memberikan bantuan dalam bentuk apapun kepada Paslon.

“TNI siap membantu mensukseskan pelaksanaan Pemilu di Wilayah Papua Pegunungan,” tegas Pangdam.

“Kodam telah menyiapkan dan menyiagakan personel TNI di wilayah Papua Pegunungan, seperti halnya Patroli rutin tetap dilaksanakan dan bersama Polri menjaga stabilitas keamanan,” tutup Pangdam.

Usai sesi tanya jawab, kemudian dirangkai dengan kegiatan Penandatanganan Surat Kesepakatan untuk mewujudkan Pemilu Tahun 2024 jujur, adil dan demokratis.

Check Also

Perkokoh Kemanunggalan TNI Rakyat, Babinsa Koramil Biak Kota Bantu Pembangunan Gudang Gereja

Biak ~ Babinsa Koramil 1708-01/Biak Kota Serka Sampurno laksanakan kegiatan karya bakti dengan membantu pembangunan …