Home / Post / Berita / Jangan Jadikan Rumah Saya Sebagai Proyek

Jangan Jadikan Rumah Saya Sebagai Proyek

Wamena, 24 Mar 2019 ,.—- Pasca peristiwa penembakan dan pembantaian 25 pekerja PT.Istaka oleh KSB pimpinan Egianus Kogoya, dgn 17 tewas, 4 hilang (masih dlm pencarian, serta 4 selamat dgn luka ringan maupun berat serta trauma psikologi akut, pihak Pemerintah RI dengan tegas memerintahkan agar pelaku segera ditangkap. Pemerintah juga mengerahkan sejumlah pasukan baik dari TNI dan Polri guna melakukan pengejaran kepada KSB pimpinan Egianus Kogoya.

Disebutkan dalam rilis tertulis Kepala Penerangan XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi kepada redaksi pada minggu (24/3),Upaya penegakan hukum dan pengejaran KSB ini terus dilakukan tanpa kenal lelah oleh aparat TNI Polri, walaupun dalam upaya ini sudah menimbulkan sedikitnya 6 orang gugur & 7 orang luka-luka.

Namun hal tersebut tidak menurunkan semangat para Prajurit TNI Polri yang dikirim dan bertugas untuk mengamankan kelanjutan pembangunan jalan Trans Papua di Kab.Nduga.

Tanpa kenal lelah dengan kondisi alam yang tidak menentu, kondisi medan yang sangat sulit, mereka terus melakukan upaya pengejaran dan penangkapan KSB pimpinan Egianus Kogoya hidup atau mati.

Bermodalkan semangat & semboyan “TNI kuat Bersama Rakyat, TNI adalah Rakyat, Polri Melayani dan Mengayomi Rakyat” maka selama melaksanakan kegiatan upaya penegakan hukum dan pengejaran terhadap KSB pimpinan Egianus Kogoya, TNI Polri tidak melupakan bahwa mereka lahir dan hidup untuk rakyat.

Hal ini ditunjukkan dengan adanya kegiatan-kegiatan sbb: Pemberian bantuan berupa bahan makanan kepada masyarakat di Kab.Nduga; Kegiatan Ibadah bersama; Kegiatan bercocok tanam dengan menemani mama dan kaum wanita ke lahan perkebunan; Kegiatan belajar mengajar kepada anak-anak; Kegiatan pengobatan dari rumah ke rumah; Kegiatan bermain dan bercengkrama bersama anak-anak untuk menyakinkan mereka bahwa TNI Polri adalah milik dan mengayomi rakyat.

Ini semua dilakukan ditengah-tengah adanya ancaman dan aksi penembakan dari Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) yang tidak diketahui kapan dan dimana akan mereka alami dan jumpai.

Namun hal itu tidak mengurungkan semangat dan jiwa Patriotisme serta Nasionalisme Prajurit TNI Polri yang bertugas di Kab.Nduga.

Sangat disayangkan bahwa ternyata pekerjaan mulia tanpa kenal lelah, mengorbankan tenaga, waktu, harus jauh dari keluarga bahkan jiwa dari Prajurit TNI Polri ini, dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk terus menciptakan opini dan isu yang tidak benar di mata publik yang berada di luar Kab.Nduga.

Opini dan isu tersebut dilakukan untuk menjatuhkan nama baik dan tugas mulia Pemerintah RI melalui TNI Polri dengan mengatasnamakan “penderitaan masyarakat Kab.Nduga dan lebih mirisnya mengatasnamakan anak-anak sekolah yang menderita dan akhirnya harus mengungsi karena banyaknya Apkam dikirim ke Kab. Nduga. Yang pada kenyataannya semua itu hanyalah “Berita Palsu”, bahkan terindikasi bahwa adanya upaya intimidasi dan eksploitasi anak-anak sekolah untuk dijadikan lahan proyek guna menjual issue kejahatan kemanusiaan kepublik internasional untuk kepentingan pribadi dan kelompok dengan terus menerus memojokkan aparat keamanan dan negara. Ujar Pdt. Tabuni.

Opini dan Isu situasi kondisi yang terjadi di Kab.Nduga yang disampaikan kelompok/LSM Yang Tidak Pro NKRI tersebut bahkan secara nyata-nyata berusaha membela dan melindungi gerombolan separatis pelaku kejahatan kemanusiaan dibantah dengan tegas oleh Pendeta Nathaniel Tabuni Kordinator Gereja KINGMI se Kab. Nduga yang selama ini sejak peristiwa insiden kemanusiaan pada 02/12/2018 tahun lalu tetap setia berada di daerah ditengah-tengah rakyat bersama TNI/Polri memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pendeta Tabuni sangat menyayangkan adanya sekelompok orang yang memanfaatkan kondisi Nduga dan rakyat sebagai proyek untuk kepentingam pribadi dan kelompoknya dengan membuat issue-issue bohong sehingga Pdt. Tabuni merasa penting untuk angkat bicara.

Kebenaran terkait situasi Kab.Nduga yang sebenarnya tersebut disampaikan bahkan ditegaskan berulang kali oleh Pdt. Nathaniel Tabuni yang menyampaikan hal tersebut langsung dari depan Kantor Distrik Mbua Kab.Nduga. Direkam oleh salah seorang jemaatnya kemudian dikirim ke awak media pada hari Senin 18/03/2019. Beberapa hal yang disampaikan tersebut a.l:

1. Meminta agar semua anak sekolah yang saat ini berada di Gereja KINGMI Jemaat Woneroma Kota Wamena Kab.Jayawijaya segera dikembalikan dan dibawa ke Kab.Nduga.

2. Karena situasi keamanan di Distrik Dal, Yal dan Mbua tetap Aman. Kehidupan rakyat normal membaur dengan aparat keamanan.

3. Semua tenaga pengajar yaitu Guru dan anak-anak sekolah harus kembali beraktifitas di Distrik Mbua karena fasilitas SMA, SMP dan SD Inpres ada di Distrik Mbua.

4. Semua bantuan dari pemerintah baik dari pemerintah daerah sampai pemerintah pusat agar dikirim ke Kab.Nduga jangan diberhentikan atau dikirim ke Gereja Wonorema Kota Wamena.

5. Apkam dari TNI Polri tidak akan membunuh masyarakat sipil yang tidak berdosa, Apkam hanya mengejar TPN OPM. Justru sebaliknya TNI sangat membantu dan melindungi rakyat.

6. Anak-anak sekolah jangan dijadikan untuk kepentingan pribadi atau proyek, karena itu dosa.

7. Semua bantuan untuk pengungsi serahkan ke Kab.Nduga ke pengungsi karena sampai saat tidak sampai, karena pengungsi tersebar dan berada di 32 Distrik 248 kampung. Namun yang terkena dampak besar akibat kejadian ini hanya ada 7 Klasis a.l:
a. Klasis Mbua
b. Klasis Mbulmu Yalma
c. Klasis Yigi Timur
d. Klasis Yigi Barat
e. Klasis Mugi
f. Klasis Mapenduma
g. Klasis Yuguru

8. Tentara ada sebagai jaminan menjaga keamanan sekolah bagi anak-anak yang akan sekolah dan khususnya melaksanakan ujian.

9. Masyarakat dari 3 Distrik sudah setuju dan sepakat bersama Tentara untuk menjaga daerah ini. Isu rakyat dan anak-anak sekolah trauma kepada TNI itu bohong.

10. Kami meminta kepada Bupati Kab. Nduga untuk segera kembalikan anak-anak yang ada di Gereja KINGMI Jemaat Wonorema ke Kab.Nduga. Jika tidak dikembalikan berarti Pemerintah Provinsi dan Kabupaten punya kepentingan.

11. Kalimat terakhir yang disampaikan oleh Pdt.Nathaniel Tabuni yaitu Jangan jadikan rumah saya sebagai ,proyek’.

Sementara itu Pdt. Utlok Umbere selaku kepala sekolah SMA Mbua menyatakan bahwa Pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) di Sekolah SMTK distrik Mbua Kab. Nduga dimulai hari ini Selasa 19 Maret s.d Jumat 22 Maret 2019 yg dipimpin langsung oleh Pdt. Utlok Umbere (kepala sekolah) ujian tetap dilaksanakan meskipun kegiatan belajar mengajar telah berhenti selama krg lebih 4 bulan, kegiatan ujian hanya dilaksanakan sebagian siswa krn sebagian lagi ada ditahan oleh sekelompok orang (red. suatu LSM) di daerah wamena, meskipun kepsek sudah berulang kali menghimbau kepada seluruh siswa dan guru kembali ke Mbua karena situasi sudah aman ada anggota TNI yang menjaga dan harapannya UAN bulan depan dapat dilaksanakan disini.

About redaksi