Home / Post / Berita / Kerjasama TNI, Polri Dan Distrik Meredam Hoax Pasca Kerusuhan Di Tanah Papua

Kerjasama TNI, Polri Dan Distrik Meredam Hoax Pasca Kerusuhan Di Tanah Papua

Pasca kerusuhan yang terjadi beberapa waktu lalu di Papua, Satgas Pamtas Yonif 713/ST bersama Polri dan Kepala Distrik  melaksanakan pendekatan kepada masyarakat khususnya masyarakat yang berada di wilayah Distrik Muara Tami, Papua. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah dengan cara melaksanakan pengobatan gratis dengan mendatangi langsung masyarakat.

Pengobatan saat ini dilaksanakan di dua lokasi yang berbeda, yang pertama dilaksanakan di kampung Telaga Membramo dan yang kedua di kampung Gambut Distrik Muara Tami. Sebelum pelaksanaan pengobatan, masing-masing instansi baik itu dari Dansatgas, Kepolisian dan Kepala Distrik memberikan sambutan, perkenalan dan penekanan tentang situasi dan kondisi Papua saat ini pasca kerusuhan, yang pada intinya kondisi Papua saat ini sudah aman sehingga masyarakat tidak perlu takut dan terpengaruh dengan informasi informasi yang tidak benar alias hoax.

Dalam hal ini TNI dan stakeholder  serta seluruh komponen masyarakat bertekad untuk selalu menciptakan situasi dan kondisi yang aman, damai pasca kerusuhan yang terjadi beberapa waktu lalu ditanah Papua.

Kepala Distrik Muara Tami Supriyanto menyampaikan, agar masyarakat tidak terpengaruh dengan isu-isu yang tidak benar, isu-isu yang menghasut, isu isu hoax, isu-isu yang semuanya bertujuan untuk melakukan keributan. Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini dilakukan supaya masyarakat bisa mengenal satuan TNI dan Polri yang  saat ini bertugas diwilayah Muara Tami, kalau ada informasi yang tidak benar bisa disampaikan kepada petugas yang ada baik itu ke Satgas, Polsek dan aparat pemerintahan yang ada.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Supriyanto (Distrik Muara Tami), Mayor Inf Dony Gredinand, SH., M.Tr.Han., M.I.Pol, AKP Peterson Kahalatu (Kapolsek Muara Tami), Lettu Inf Meraudje (Danramil Muara Tami), Iptu Dalope (BKO Brimob), Emilia Pallora, S.IP (Lurah Koya Timur), Reuter Sabarofek (Lurah Koya Barat), Serda Heryanto (Babinsa) dan masyarakat sekitar yang berjumlah 57 orang. (Prod/Cen)

About admincen