Home / Post / Berita / Merangkul Dengan Hati, Warga Keerom Serahkan Senjata Air Soft Gun Kepada Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH

Merangkul Dengan Hati, Warga Keerom Serahkan Senjata Air Soft Gun Kepada Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH

Jayapura – Melalui pendekatan dengan hati yang dilakukan oleh Personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328/DGH, Pos Kout Km 31 berhasil menyadarkan seorang Warga Keerom a.n. AT untuk menyerahkan satu pucuk senjata Air Softgun Kal. 8 mm, Selasa (19/02)

Komandan Satgas (Dansatgas) Yonif PR 328/DGH, Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) mengatakan bahwa, penyerahan senjata air Softgun tersebut berawal dari pemberian bantuan sarana pendidikan kepada anak  AT. “Pemberian bantuan pendidikan berupa tas, alat tulis dan buku pelajaran dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar Putera AT,” ujar Dansatgas.

Personel Satgas pun sering mengunjungi rumah Sdr. AT dan memberikan bahan-bahan pangan untuk kebutuhan hidup sehari-hari sehingga Sdr. AT merasa terbantu dengan perhatian Personel Satgas terhadap keluarganya dan khususnya pendidikan Puteranya.

“Pada suatu waktu Sdr. AT mengunjungi Pos Kout Km 31 dengan membawa daging rusa yang diterima oleh Serka Suharto. Setelah ditanya darimana mendapatkan daging rusa tersebut, dijawab oleh Sdr. AT bahwa dia memiliki Senjata Air Softgun yang digunakan untuk berburu rusa dan melindungi keluarganya apabila terjadi konflik,” sambung Mayor Inf Erwin.

Keesokan harinya, Letda Inf Eka Deny berkunjung ke rumah Sdr. AT untuk memberikan pengertian dan penjelasan bahwa masyarakat sipil tidak boleh memiliki senjata illegal. Dengan pendekatan yang baik, Sdr. AT dapat memahami dan menerima semua penjelasan yang disampaikan Letda Inf Eka yang selanjutnya mau menyerahkan senjata Air Softgun tersebut kepada Personel Satgas.

“Dalam Undang Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api ilegal, dijelaskan bahwa barang siapa yang menyalahgunakan senjata api dapat dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun,” jelasnya. (Prd/Cen)

About redaksi