Home / Post / Berita / Pangkostrad Kunjungi Satgas Pamtas RI-PNG Yonif PR 328/DGH

Pangkostrad Kunjungi Satgas Pamtas RI-PNG Yonif PR 328/DGH

Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M. Tr (Han) melaksanakan kunjungan kerja ke Pos perbatasan RI-PNG Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328/DGH, Rabu (13/03)

Sesampainya di Bandara udara Sentani, Pangkostrad beserta rombongan langsung disambut oleh Danlanud Silas Papare Jayapura Marsma TNI Tri Wibowo, Wakapolda Papua Brigjen Jakobus Marjuki, Dankolakops Korem 172/PWY Kol. Inf J. Binsar P. Sianipar dan Dansatgas Pamtas Yonif PR 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M. Tr (Han).

Dengan didampingi oleh Dankolakops Korem 172/PWY Kol. Inf J. Binsar P. Sianipar dan Dansatgas Yonif PR 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han), Pangkostrad beserta rombongan mengunjungi dan meninjau salah satu pos yaitu pos Muara Tami.

Selain bertatap muka dengan Personel Satgas Pos Muara Tami, Pangkostrad juga berpesan agar setiap Personel Satgas dapat menjadi contoh dan teladan bagi Masyarakat di Wilayah perbatasan.

Selanjutnya Pangkostrad dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pos Kotis, Skouw. Pangkostrad dan rombongan langsung disambut dengan tarian adat serta prosesi injak piring dan Masyarakat perbatasan Skouw, kemudian di sambut oleh Wakil Walikota Jayapura Bapak Rustam Saru serta Ondoafi Bapak Stainles Tanfa Cilong, unsur Muspida dan Para Perwira Staf dan Danki Satgas Yonif PR 328/DGH.

Dalam pengarahannya dihadapan Personel Satgas, Pangkostrad menyampaikan bahwa sebagai Prajurit Kostrad harus memiliki kekuatan 8 Cakra yang harus dilatih dan diasah oleh Prajurit Kostrad.

“Kekuatan terhadap niat, Penampilan/kharisma, kekuatan dari pancaran mata, kekuatan komunikasi, kekuatan Cakra untuk melumphkan, kekuatan daya, keputusan yang diambil melalui fakta/data dan keyakinan sebagai kekuatan maha dahsyat itulah yang harus dimiliki oleh Prajurit Kostrad,” Tutur Pangkostrad.

About redaksi