Pasukan Kostrad Ngegas, Amaesiga Siap-Siap Pesta

Intan Jaya – Bukan Kostrad namanya kalau nggak ngegas. Tanpa ampun, para prajurit Kostrad dari Karawang menerobos masuk perkampungan di Intan Jaya, Papua untuk mengubah keheningan menjadi gegap gempita.

Sudah dua minggu para prajurit Kostrad bekerja keras demi membuat warga Kampung Amaesiga menikmati kenyamanan dalam mendapatkan air bersih tanpa harus bersusah payah serta menjadikan kampung tak lagi gelap di malam hari. Program penyediaan air bersih, pipanisasi dan pemanfaatan pompa hydrant serta peneragan kampung, dikebut oleh Lettu Inf Imam Sembiring bersama prajuritnya dari Pos Mamba.

Bukan hanya itu, para prajurit Kostrad juga membuatkan kamar mandi umum lengkap dengan toiletnya, demi menjadikan Amaesiga sebagai kampung sehat, sekaligus kampung percontohan di Intan Jaya, Selasa (08/11/2022).

Upaya yang dilakukan oleh anak-anak Yonif PR 305/Tengkorak ini, tentunya sejalan dengan program TNI-AD Manunggal Air yang saat ini sedang digalakkan di seluruh pelosok negeri.

“Amaesiga kan kampung yang paling dekat dengan Pos. Warga kampung juga masih banyak yang takut dengan Aparat Keamanan, karena beberapa kali kejadian, Kelompok Separatis Teroris (KST) menjadikan kampung sebagai rute masuk dan kembali setelah menyerang Pos Mamba. Bahkan, pernah ada diantara warga yang menjadi korban.

“Oleh karena itu, kami mencoba untuk membuat warga nyaman tanpa rasa takut lagi, sekaligus menunjukkan bahwa TNI itu baik, datang untuk membantu masyarakat,” ujar Letkol Inf Ardiansyah alias Raja Aibon Kogila.

Pada awalnya, ketika pada tanggal 5 Oktober yang lalu rombongan Bapa Peter pertama kali datang ke Amaesiga, terlihat jelas raut wajah keheranan warga. Betapa tidak, TNI yang biasanya hanya sesekali terlihat patroli, dengan kesan menakutkan bagi masyarakat, ternyata sangat ramah dan menyenangkan. Berbekal gula-gula, cokelat, buku dan alat tulis serta pakaian layak pakai dan kalung rosario yang dibagikan kepada warga, membuat para Ksatria Tengkorak cepat sekali masuk ke hati masyarakat Intan Jaya.

Setelah mendapat laporan tentang kondisi kampung, Raja Aibon atau Dansatgas Yonif PR 305/Tengkorak langsung merencanakan untuk menjadikan Amaesiga sebagai kampung percontohan.

Ternyata tidak keliru keputusan Raja Aibon. Setelah kegiatan di Amaesiga tersebar ke telinga warga kampung lain, hampir semua kampung meminta agar kampungnya juga diterangi, dibuatkan pipanisasi serta diberikan perlegkapan olah raga.

Proses program pipanisasi, pemanfaatan pompa hydrant dan penerangan kampung Amaesiga tidak hanya dikerjakan oleh para Ksatria Tengkorak. Bapa-Bapa, Mama-mama sampai anak kecil turut berpartisipasi, bekerja bersama-sama agar kampung mereka segera berubah wajah.

Di Pos, Serka Maldi, Sertu Erick, Serda Sigit dan teman-temannya bukannya nganggur. Namun, justru mereka tanpa kenal waktu menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan untuk membuat warga Amaesiga lebih ceria. Pipa, toren, rangka kamar mandi dan toilet, pompa hydrant sampai dengan lampu yang merupakan dukungan dari Panglima Kostrad, disiapkan semuanya di Pos. Tidak lupa papan nama kampung juga di buat sebagus mungkin agar Amaesiga menjadi lebih indah.

“Sesuai perintah Komandan, minggu depan sudah selesai semua pekerjaan. Sampai dengan sore ini, sudah terealisasi sekitar 90 %. Tinggal pompa hydrant saja yang masih belum maksimal. Tadi juga Mama-mama sudah mulai memanfaatkan tempat pengambilan air. Untuk lampu dari Pangkostrad kita pasang tiga, besok malam baru bisa dilihat hasilnya,” lapor Imam kepada Raja Aibon Kogila.

Bukan sekedar ilusi. Para prajurit Kostrad dari Karawang bekerja nyata secara cerdas untuk membuktikan bahwa kehadiran mereka di tengah-tengah masyarakat benar-benar berdampak. Sesuai poin ke-8 dari Delapan Wajib TNI.

 “Menjadi Contoh dan Mempelopori Usaha-Usaha Untuk Mengatasi Kesulitan Rakyat Sekelilingnya”, para Ksatria Tengkorak melaksanakannya dengan hati yang tulus demi Papua Penuh Damai, PAPEDA.

Otentifikasi : Pendam XVII/Cenderawasih.

Check Also

Pangdam Beserta Ketua Persit KCK Daerah XVII/Cenderawasih Gelar Halal Bihalal Bersama Prajurit dan PNS

Kegiatan saling maaf memaafkan atau yang biasa disebut Halal Bihalal setelah menunaikan ibadah Shalat Idul …