Home / Post / Berita / Perketat Syarat Ekspor Dan Impor Ikan, Satgas Pamtas Yonif Pr 328/Dgh Jamin Keamanan Perbatasan

Perketat Syarat Ekspor Dan Impor Ikan, Satgas Pamtas Yonif Pr 328/Dgh Jamin Keamanan Perbatasan

Skouw – Dalam rangka mencegah terjadinya kegiatan ekpos dan impor illegal di bidang perikanan khususnya di wilayah perbatasan, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328/DGH jamin keamanan wilayah perbatasan.

Disampaikan oleh Dansatgas Pamtas Yonif PR 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) saat menghadiri rapat dengan Balai Karantina Ikan PLBN Skouw, Distrik Muara Tami, Jayapura pada Kamis (11/07) yang diwakili oleh Lettu Inf Habdi.

“Sesuai dengan Perturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. 41/PERMEN-KP-2014 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya Dari Luar Negeri ke Dalam Wilayah RI ada beberapa Ikan yang dilarang untuk masuk ke wilayah RI, kemudian ikan yang dilarang di ekspor dan laragan penangkapan Kepiting, Lobster dan Rajungan,” ujar Mayor Erwin. “Dalam rapat ini juga dibahas jenis ikan yang boleh dan tidak boleh masuk serta arus dilengkapi dengan sertifikasi yang dikeluarkan oleh Balai Karantina Ikan PLBN Skouw,” tambahnya.

Dengan mengambil tema Harmonisasi Dokumen Persyaratan Ekspor dan Impor Produk Perikanan diharapkan kepada Stake Holder yang berada di perbatasan dapat mencegah dan menegakkan aturan dari Permen RI tersebut.

Kepala Balai Karantina Ikan PLBN Skouw, Bapak Suardi mengharapkan agar dengan adanya rapat koordinasi ini dapat mencegah masuknya penyakit HPIK (Hama Penyakit Ikan Karantina), “Harapan kami agar penyakit yang dibawa oleh HPIK tidak masuk kedalam wilayah Indonesia serta dapat mengendalikan mutu dan keamanan hasil perikanan yang sehat, bermutu, aman untuk dikonsumsi dan terpercaya oleh masyrakat,” ujar Bapak Suardi.

Turut hadir dala kegiatan ini Kepala Adm PLBN Skouw, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jayapura, Kepala Balai Karantina Pertanian, KKP Jayapura, Kadistrik Muara Tami dan Kapospol Skouw. (Prd/Cen)

About redaksi