Home / Post / Berita / Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH, Gagalkan Penyelundupan Gelembung Ikan Bernilai Ratusan Juta Rupiah

Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH, Gagalkan Penyelundupan Gelembung Ikan Bernilai Ratusan Juta Rupiah

Jayapura – Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH, berhasil mengamankan penyelundupan Gelembung Ikan Kakap Cina seberat 9 kg di Perbatasan RI-PNG karena prosedurnya tidak sesuai dengan ketentuan, sehingga sudah menyalahi aturan yang berlaku, Selasa (12/03)

Dansatgas Yonif PR 328/DGH, Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M. Tr (Han) mengatakan, kegiatan penyelundupan di perbatasan sering terjadi melalui jalan-jalan tikus, namun penyelendupan gelembung ikan ini merupakan yang pertama kali diamankan oleh Satgas Yonif PR 328/DGH.

“Saat Personel melaksanakan ambush di jalan tikus yang memang rutin kami lakukan, Serda Parade mendapati Sdr. LAM (36 Th) Warga Koya Timur yang membawa satu karung besar sesuatu yang mencurigakan yang selanjutnya diamankan oleh anggota. Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata isi dalam karung tersebut berupa gelembung Ikan Kakap Cina kering seberat 9 kg tanpa dokumen”, ujar Mayor Erwin.

Gelembung ikan sendiri saat ini memiliki nilai jual yang fantastis, dan sejak tahun 2000-an permintaan dan lonjakan harga dipasaran semakin meningkat, sehingga membuat Masyarakat sangat tergiur dengan harga jual yang sangat tinggi.

Gelembung ikan yang paling banyak diburu adalah dari jenis Ikan Kakap Cina dan Ikan Gulama karena ikan tersebut memiliki harga gelembung yang jauh lebih mahal dibandingkan jenis ikan lainnya.

“Jika kita melihat dari jenis barangnya sekilas memang terlihat biasa saja, namun ternyata barang tersebut memiliki nilai jual yang lumayan tinggi. Untuk gelembung ikan Kakap Cina yang betina harganya bisa menembus Rp. 1.000.000/kg sampai Rp. 18.000.000/kg jika beratnya diatas 200 gr, sedangkan untuk Kakap cina yang Jantan harganya bisa mencapai Rp. 11.000.000/kg sampai Rp. 28.000.000/kg untuk berat lebih 200 Gram”, tambah Mayor Erwin.

Dari informasi yang didapat, bahwa gelembung ikan ini dapat diolah menjadi makanan, sumber kolagen, lem tahan air, hingga alat pemurni minuman alkhohol dan juga sering digunakan untuk bahan dasar pembuat benang operasi oleh medis. Dengan benang jenis ini hasil operasi tak perlu dibongkar lagi benangnya sebab benang ini akan menjadi lapisan kulit baru dan menyatu dengan daging. (Prd/Cen)

About redaksi