TINGKATKAN NILAI EKONOMIS, SATGAS TNI BERI PENYULUHAN PENGOLAHAN BAWANG MERAH KEPADA PETANI DI WILAYAH PERBATASAN RI-PNG PAPUA

Keerom – Berbagai kegiatan penyuluhan digelar secara bertahap dan berkelanjutan oleh Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY, yaitu memberikan penyuluhan tentang Home Industri pembuatan bawang goreng kemasan kepada para petani bawang merah, berlokasi di Kampung Naramben, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom Papua, Rabu (8/9/2021).

Hal tersebut diungkapkan oleh Dansatgas Letkol Inf Taufik Hidayat dalam rilisnya.

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY mengatakan bahwa penyuluhan Home Industri tersebut digelar agar dapat membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya para petani bawang merah di Kampung Naramben.

“Dengan berbekal ilmu yang cukup dan cara yang tepat, pengolahan hasil panen akan menjadi pemasukan tambahan ekonomi yang besar di tengah masa pandemi Covid-19 bagi para petani bawang merah tersebut,” jelas Dansatgas.

“Kegiatan penyuluhan Home Industri ini dapat berjalan dengan lancar dan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dansatgas mengatakan bahwa masyarakat sangat antusias dengan kegiatan yang digelar.

“Salah satu petani bawang merah yang hadir bernama Eko (37) sempat menyampaikan ucapan terima kasih kepada kita semua personel Satgas,” pungkas Dansatgas.

Di tempat yang sama, saat dimintai tanggapan, petani bawang merah atas nama Eko (37) tersebut, mengatakan bahwa hasil panen bawang merah milik warga Kampung Naramben yang melimpah menjadi pendorong untuk lebih menguasasi keterampilan dalam pengolahannya, khususnya membuka wirausaha baru dengan memproduksi bawang goreng kemasan.

“Ilmu yang telah diberikan akan menjadi bekal bagi saya dan para petani di Kampung Naramben untuk membuka wirausaha baru dengan hasil yang menjanjikan,” jelas Eko.

“Dengan hasil panen milik sendiri, para petani tidak akan kesusahan dalam mencari bahan untuk diolah. Pada kesempatan ini, saya ingin mengajak masyarakat memproduksi bawang goreng kemasan karena stok bahan diperoleh dari hasil kebun sendiri, jadi tidak perlu beli bahan dari orang lain. Memang perlu tambahan sedikit modal untuk pengolahan dan proses pengemasan, akan tetapi nantinya hasil dari penjualan bawang goreng kemasan akan berkalilipat, dibandingkan dengan penjualan bawang merah yang tidak di olah,” tutup Eko

Otentifikasi : Pendam XVII/Cenderawasih.

Check Also

BENTUK PERHATIAN KEPADA WARGA, SATGAS TNI BERI PELAYANAN KESEHATAN KELILING DI PAPUA

Keerom – Selain menjaga patok batas dan melaksanakan kegiatan teritorial, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis …