Home / Post / Berita / TMMD 2019 di Mimika Ditutup, Warga Papua Bersyukur Rasakan Pembangunan

TMMD 2019 di Mimika Ditutup, Warga Papua Bersyukur Rasakan Pembangunan

TIMIKA | Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap Brigadir Jenderal TNI Raden Agus Abdurrauf secara resmi menutup kegiatan TMMD ke-105 tahun 2019 Kodim 1710/Mimika di Kampung Mandiri Jaya, Distrik Wania, Mimika.

Penutupan TMMD ditandai dengan pengembalian alat kerja dan penanggalan tanda peserta dari salah satu prajurit TNI Sertu Alowesius Weyaopa dan Kepala Kampung Mandiri Jaya Natalis Weya dalam upacara, Kamis (8/8).

Kegiatan TMMD di Mimika selesai tepat waktu yang berlangsung sejak 10 Juli hingga penutupan 8 Agustus. Bahkan TMMD kali ini menjangkau sejumlah kegiatan over prestasi diluar yang telah direncanakan.

“Syukur Alhamdulillah, kegiatan TMMD di Kodim 1710 bisa berjalan dengan baik, baik itu sasaran fisik maupun non fisik. Secara waktu, juga kita tepat dan secara fisik sangat baik untuk masyarakat,” kata Danrem.

Sembilan sasaran fisik TMMD di Mimika yang rampung 100 persen yaitu penimbunan jalan kampung 1.015 meter, 3 unit MCK Umum, 3 unit sumur bor dan bak penampungan air, dan 2 unit jembatan penghubung.

Sementara kegiatan non fisik meliputi penyuluhan pertanian dan perkebunan, peternakan, KB Kesehatan, HIV/AIDS, Narkoba dan Miras, wawasan kebangsaan.

Kemudian pelatihan upacara bendera dan PBB kepada murid SD Mandiri Jaya, demo memasak serta serangkaian kegiatan lain yang melibatkan Persit Kodim Mimika.

Tidak hanya itu, empat kegiatan over prestasi terdiri atas pembukaan dan penimbunan halaman SD Negeri Mandiri Jaya, pengecatan tembok sekolah, normalisasi saluran air, dan pembuatan tugu prasasti TMMD ke-105 tahun 2019.

Kegiatan ini didukung anggaran operasional dari Mabes TNI AD sebesar Rp389 juta dan dukungan anggaran yang bersumber dari APBD kabupaten Mimika sebesar Rp1,2 miliar.

“TMMD ini dibuat agar masyarakat merasakan bahwa kehadiran negara itu ada di seluruh pelosok negeri, khususnya di Papua ini. Rakyat Papua merasa bahwa saya sudah dibangun dan saya Indonesia,” tutur Danrem.

alt text

TANDA TANGAN | Danrem 174/ATW Brigjend TNI R. Agus Aburrauf menandatangani prasasti TMMD ke 105 di wilayah Kodim 1710/ Mimika, Kamis (8/8). (Foto: Sevianto Pakiding/SP)

 

Antusias Warga

Komandan Kodim 1710/Mimika Letnan Kolonel Inf Pio L. Nainggolan mengatakan, merasa bangga atas tingginya antusias warga ikut langsung membantu prajurit TNI dalam mengerjakan berbagai sasaran fisik.

“Warga Mandiri Jaya cukup antusis terlibat dalam sasaran fisik mulai dari awal sampai akhir semua rampung. Terutama pada pembangunan dua unit jembatan,” kata Dandim, selaku Dansatgas TMMD.

Dandim Nainggolan juga terkesan atas apresiasi dari seorang Pendeta kepada seluruh prajurit TNI yang terlibat kegiatan TMMD, yang disampaikan saat kunjungan Ketua Tim Wasev TMMD 2019 Brigadir Jenderal TNI Ali Sanjaya, Rabu (31/7) lalu.

“Pendeta tersebut mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh prajurit TNI yang terlibat dalam kegiatan TMMD,” ujarnya.

Di samping itu, masyarakat Mandiri Jaya yang mayoritas orang asli Papua asal pegunungan, juga menganggap kegiatan bhakti TNI kepada rakyat itu benar-benar nyata dan menyentuh kebutuhan mereka.

“Mereka melihat TNI lebih responsif dibanding pemerintah daerah. Namun, tentu saja ini bukan prestasi kita semata, karena kegiatan TMMD ini bisa terlaksana karena adanya dukungan anggaran dari pemerintah daerah,” kata Dandim.

Tiga Capaian Penting

Bupati Mimika Eltinus Omaleng melalui  Asisten III Setda Mimika DR. I Nyoman Putu Arka menyebut ada tiga hal penting yang dicapai dari kegiatan lintas sektor tersebut.

Pertama, kebersamaan baik di lingkungan TNI yang melibatkan unsur tiga matra (AD, AU, dan AL), kebersamaan dengan Polri, pemerintah daerah dan juga masyarakat.

Kedua, masyarakat di wilayah tertinggal yang belum tersentuh pembangunan, kini dapat merasakan kehadiran Negara melalui TNI/Polri bekerjasama dengan pemerintah daerah.

“Negara hadir memberikan perhatian, bahwa masyarakat setempat adalah bagian dari bangsa dalam bingkai NKRI. Supaya tidak terjadi ketimpangan antara kota dan desa yang masih tertinggal,” katanya.

Di samping itu, kegiatan ini juga dalam meningkatkan akselerasi pembangunan. Desa/kampung tertinggal berkembang setara dengan wilayah lain di perkotaan atau yang sudah lebih maju.

Pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, sumur, dan lainnya juga dinilai sangat menunjang aktivitas ekonomi di kampung setempat. Misalnya dengan adanya jalan, maka mobilitas warga membawa hasil pertanian lebih mudah.

“Dengan demikian, diharapkan ada peningkatan ekonomi masyarakat,” kata I Nyoman.

Begitu juga dengan adanya MCK dan sumur, kata Nyoman, dapat merubah pola hidup masyarakat kurang sehat yang semula memanfaatkan sungai dan atau alam sekitar untuk membuang hajat dan mandi.

“Kalau sebelumnya air bersih belum masuk dan warga hanya memakai air hujan, maka dengan ini sangat baik masyarakat dengan mudah karena air adalah kebutuhan dasar manusia,” katanya.

 

alt text

BERSALAMAN | Danrem 174/ATW Brigjend TNI R. Agus Abdurrauf berjabat tangan dengan seorang murid SD Mandiri Jaya usai penutupan TMMD ke 105, Kamis (8/8). (Foto: Sevianto Pakiding/SP)

 

Terima Kasih TNI 

Mewakili warga masyarakat, Kepala Kampung Mandiri Jaya Natalis Weya mengaku kini kampungnya jauh lebih maju dengan kehadiran kegiatan TMMD membangun infrastruktur dasar.

“Semua fasilitas yang dibangun, kami sekarang lebih hebat. Masyarakat sangat senang sekali. Apalagi mereka tunggu dari pemerintah daerah langsung, bertahun tahun belum tentu ada,” ungkap Natalis.

Ia berharap kegiatan TMMD ini bisa diadakan kembali dan lebih dikembangkan lagi, dengan didukung lebih besar oleh pemerintah daerah mengingat hasilnya nyata bagi masyarakat.

“Kami terima kasih sekali dengan kehadiran TNI membangun. Masyarakat juga baru merasakan bahwa ternyata TNI sangat mencintai rakyat,” kata dia.

Di samping itu, Natalis mengaku jika keakraban TNI dan rakyat serta seluruh pihak terkait yang terlibat, benar-benar terjalin sangat baik selama TMMD.

“Karena TMMD ada, kita semua dapat baku kenal, masyarakat juga merasaakan kehadiran pemerintah melalui TNI datang melihat mereka,” ujarnya.

“Kami masyarakat siap menjaga semua yang sudah dibangun. Kalau masyarakat di Mandiri Jaya itu saya tahu, mereka sudah mandiri sejak dulu. Mereka pasti jaga ini,” pungkas Natalis.

Sumber : Seputar papua

About redaksi