Home / Post / Berita / Tradisi Sangkur Pora TNI Di Perbatasan RI – PNG

Tradisi Sangkur Pora TNI Di Perbatasan RI – PNG

Skouw. Satu Regu Sangkur Pora Satgas Pamtas Yonif 713/Satya Tama pimpinan Sertu Arfin mengiringi pernikahan Sertu Ardi Hafid jabatan Wadan Unit 2 Tim 1 Den 2 Yon 12 Group 1 Kopassus dengan Saudari Tiara Maya Yulika, S.Hi., di Perbatasan Rl-PNG. pada hari Senin 7 Oktober 2019.

Disela tugas pokok dan tanggung jawab yang diemban sebagai Satgas Pamtas RI-PNG, Satgas Yonif 713/ST ikut mendukung acara pernikahan sesama rekan Prajurit. Sebagai wujud Soliditas sesama Prajurit guna menjaga persaudaraan antar Prajurit, sutu regu satgas Pamtas dukung pelaksanaan pernikahan Sertu Andi Hafid.

Sangkur Pora merupakan perlambang kebanggaan dan kebahagiaan Korps Bintara dan Tamtama dalam mengantarkan seniornya untuk menempuh lembaran kehidupan yang baru.

Sangkur Pora merupakan suatu tradisi bagi Bintara dan Tamtama dan merupakan kebanggaan bagi Prajurit yang akan melangsungkan pernikahan dengan maksud supaya terjalin hubungan ikatan batin yang kuat dan jiwa Korsa yang mendalam antara senior dan yunior serta untuk mengantarkan senior ke pintu gerbang kehidupan yang baru, kehidupan mahligai rumah tangga sebagai pasangan suami isteri yang bahagia.

Kegiatan Sangkur pora tersebut berlangsung dengan hikmat dengan dihadiri tamu Undangan dan Dansatgas Yonif 713/ST Letkol Inf Dony Gredinad, S.H., M.Tr. Han,. M.I.Pol., hadir dalam acara tersebut serta memberikan tali asih berupa baju persit sebagai tanda bahwa kedua mempelai telah di terima sebagai keluarga besar  TNI.

Adapun tradisi sangkur pora tersebut mengandung beberapa makna dan falsafah yang terkandung dalam acara tersebut, sebagaimana dapat digambarkan sebagai berikut :

  1. Sangkur terhunus melambangkan bahwa dengan bersikap dan berjiwa ksatria kedua mempelai akan selalu siap untuk mengatasi segala rintangan dan menerobos semua hambatan yang akan menghalangi kehidupan mereka.
  2. Formasi dua saf berhadapan melambangkan pintu gerbang yang akan dilalui merupakan awal suka dan duka dalam menempuh hidup baru. Walau dalam keadaan bagaimanapun mereka akan menghadapi dengan hati yang tabah dan dengan bekal pengetahuan yang dimiliki mereka yakin segalanya akan terlalui dengan hasil gemilang.
  3. Derap langkah yang selaras melambangkan bahwa diantara kedua mempelai akan selalu terjalin ikatan batin yang kuat ikatan yang selalu mewarnai setiap tugas dan perjuangan mereka.
  4. Formasi melingkar melambangkan bahwa kedua mempelai sekarang sudah berada dalam satu ikatan dan dalam satu janji untuk menempuh yang di cita-citakan.
  5. Payung Pora melambangkan bahwa Tuhan Yang Maha Esa selalu melindungi kedua mempelai dan didalam menghadapi rintangan hidup kedua mempelai akan selalu ingat dan mohon petunjuk serta perlindungan TYME.
  6. Penyerahan Cincin dan pakaian Persit melambangkan kedua mempelai akan tetap menjadi satu dalam ikatan perkawinan dalam mengarungi samudera kehidupan rumah tangga.

Pakaian Persit memberikan arti bahwa mempelai wanita resmi diterima menjadi anggota Persit Kartika Chandra Kirana.

Sertu Ardi mengucapkan,”Terimakasih banyak atas bantuan dari Dansatgas Yonif 713/ST yang telah membantu pelaksanaan acara pernikahan saya ini dan mohon doanya semoga kami bisa menjadi keluarga yang bahagia, Sakinah, Mawaddah, Warahmah”, ucapnya. (Prod/Cen)

About admincen