Home / Post / Berita / Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme, Kodim 1708/BN Ajak Warga Nonton Bareng Film “Merah Putih Memanggil”

Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme, Kodim 1708/BN Ajak Warga Nonton Bareng Film “Merah Putih Memanggil”

Supiori – Guna Menumbuhkan jiwa nasionalisme, Kodim 1708/BN melakukan kegiatan nonton bareng (nobar) film “Merah Putih Memanggil”. Kegiatan nonton bareng ini dilakukan di lapangan Pariyem, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, Selasa (17/09/19).

“Nonton bareng film ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme,” ungkap Pasi Pers Kodim 1708/BN Kapten Inf Zaenal Arifin sesaat sebelum acara nonton bareng dimulai.

Nonton bareng ini diikuti oleh masyarakat yang berada di Kampung Pariyem Distrik Supiori Timur dan masyarakat sekitar yang berada di Kabupaten Supiori. Pemutaran film yang dimulai dari pukul 19.00 WIT ini dilihat setidaknya oleh sekitar 150 pasang mata.

“Tak hanya dari anggota TNI, kita harap anggota juga bisa mengajak masyarakat untuk menonton pemutaran film ini,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu peserta nonton bareng mengaku terhibur dan bertambah jiwa nasionalismenya setelah melihat film itu. Menurutnya film seperti ini harus lebih banyak diputar di kampung-kampung yang ada di wilayah Supiori karena masyarakat khususnya yang berada di Kabupaten Supiori sangat butuh hiburan. Terlebih lagi, dengan memutar film *”Merah Putih Memanggil”* ini bisa menumbuhkan rasa nasionalisme dan rasa kecintaannya kepada Negara Indonesia.

“Film dalam negeri yang bisa membangkitkan rasa nasionalisme seharusnya mendapat porsi lebih banyak dibandingkan film dari luar negeri,” ujar Siska, salah satu pelajar  SMA yang ikut nonton film itu.

Film *Merah Putih Memanggil*, bercerita tentang satuan elite TNI yang mendapatkan tugas khusus menyelamatkan sandera dari sekapan teroris. Meski awalnya tugas yang diberikan berlangsung lancar, seketika berubah setelah salah satu helikopter penjemput harus hancur terkena tembakan RPG teroris. Akhirnya sandera beserta pasukan TNI dari Kopassus itu harus mencari alternatif penjemputan yang berimbas gugurnya 4 anggota regu penyelamat itu.

Adegan di film ini berisi pertempuran dalam hutan, serta operasi penyelamatan sandera. Di akhir cerita, seluruh sandera berhasil diselamatkan, sayang 4 anggota regu penyelamat harus merelakan nyawa mereka demi tugasnya. “Lebih baik pulang nama daripada gagal menjalankan tugas”. (Prod/Cen)

About admincen