Usai Menerima Kunjungan Komnas HAM RI, Pangdam XVII/Cenderawasih Gelar Konferensi Pers Bersama Awak Media

Jayapura – Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menerima kunjungan Komnas HAM RI dipimpin Bapak Muhammad Choirul Anam selaku Komisioner Pemantauan/Penyelidikan, dalam rangka membahas perkembangan penyelidikan kasus pembunuhan disertai Mutilasi 4 warga sipil di Mimika, yang melibatkan oknum TNI AD dari Kesatuan Brigif 20/IJK/3 Kostrad, bertempat di Makodam XVII/Cenderawasih, Selasa (13/09/2022).

Demikian disampaikan Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Kav Letkol Kav Herman Taryaman, S.I.P., M.H dalam keterangannya.

Dijelaskan Kapendam XVII/Cenderawasih bahwa dalam pertemuan tersebut Tim dari Komnas HAM RI didampingi oleh Ketua Perwakilan Komnas HAM Papua Bapak Frits Ramandey.

“Pertemuan ini sebagai bentuk transparasi dalam proses hukum yang dilakukan oleh Kodam XVII/Cenderawasih terhadap keterlibatan Prajurit TNI dalam kasus pembunuhan yang terjadi di Mimika yang menyebabkan 4 warga sipil dari Nduga meninggal dunia. Yang kemudian pihak Komnas HAM diberikan akses untuk melihat secara utuh apa yang terjadi sebenarnya,” jelas Kapendam XVII/Cenderawasih.

Adapun pejabat Kodam XVII/Cenderawasih yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Sidharta Wisnu Graha, Asintel Kasdam XVII/Cenderawasih, Kakumdam, dan Kapendam XVII/Cenderawasih.

Usai pertemuan, Pangdam XVII/Cenderawasih dan pihak Komnas HAM RI menggelar Conferensi Pers didepan awak media di Ruang Koridor Makodam XVII/Cenderawasih.

Mengawali Conferensi Pers, Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa selaku Pangdam XVII/Cenderawasih mengucapkan terimakasih atas kedatangan Komnas HAM RI didampingi Perwakilan Komnas HAM Papua untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan kasus pembunuhan 4 warga sipil di Mimika yang melibatkan oknum Prajurit TNI AD.

“Saya berharap dengan adanya kerjasama ini, akan semakin transparan dalam proses hukum yang sedang berjalan. Sehingga dapat memberikan keadilan atau kepastian hukum,” pungkas Pangdam XVII/Cenderawasih.

“Demikian pula, kasus penganiayaan yang terjadi di Mappi yang diduga adanya keterlibatan Prajurit TNI AD, saat ini sedang dalam proses pemeriksaan di Denpom Merauke. Meskipun secara adat telah dapat diselesaikan, namun proses hukum tetap berjalan,” tambah Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa.

Di tempat yang sama, Bapak Muhammad Choirul Anam selaku Komisioner Pemantauan/Penyelidikan Komnas HAM RI menyampaikan komitmennya tentang keterbukaan dalam kasus yang ada di Mimika, sesuau dengan proses hukum.

“Kami berterima kasih kepada Pangdam XVII/Cenderawasih yang telah transparan dan memberikan akses kepada kami Komnas HAM. Setelah ini Kami akan meminta keterangan langsung kepada para tersangka yang sudah ada di Jayapura saat ini. Supaya proses hukumnya semakin cepat terselesaikan,” ucap Bapak Muhammad Choirul Anam.

“Kami terus memonitor perkembangan kasus ini dan diharapkan kasus ini dapat terang benderang dan secepatnya dapat diselesaikan,” pungkasnya.

Otentifikasi : Pendam XVII/Cenderawasih.

Check Also

Manunggal Dengan Rakyat, Babinsa Yaptim Bantu Warga Bangun Rumah

Yapen ~ Sebagai bukti kemanunggalan TNI dan rakyat terealisasi dengan baik diwilayah binaannya, Sertu Patrik …