Tangis Haru Warga Kalome Puncak Jaya Lepas Kepulangan Satgas Satuan Organik Yonif Raider 301/PKS

Puncak Jaya – Berakhirnya masa tugas Satgas Satuan Organik Yonif Raider 301/Pks di Jajaran Puncak Jaya Papua, tangis sedih dan haru masyarakat Distrik Kalome lepas kepulangan anggota Posramil Kalome Satgas Satuan Organik Yonif Raider 301/Pks, Sabtu (24/12/2022).

Kurang lebih 9 bulan lamanya, personel Satgas bertugas di wilayah Distrik Kalome Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Rangkaian acara kegiatan serah terima telah dilaksanakan dan tiba waktunya saat pelepasan Satgas Satuan Organik Yonif Raider 301/PKS Posramil Kalome untuk kembali ke _home base_ yang terletak di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Danpos Kalome Lettu Inf Adhega Alifianudhine, S.T.Han. menyampaikan bahwa isak tangis dan haru masyarakat merupakan wujud dari kedekatan TNI terhadap masyarakat khususnya Distrik Kalome.

“Mereka hadir dan datang untuk melepas kepergian dari anggota Posramil Kalome,” ucap Danposramil.

Pelukan warga ke masing-masing anggota Posramil begitu erat, suasana haru begitu terasa, mereka mengantarkan anggota Posramil hingga kendaraan berjalan.

“Selamat jalan Bapak-bapak TNI,” sembari warga melambaikan tangan.

“Sebenarnya bukan tangis ini yang Kami harapkan, tetapi mungkin ini merupakan bentuk ikatan batin antara Kami dengan masyarakat Distrik Kalome. Program yang Satgas buat dilaksanakan dengan tulus dan ikhlas, hanya berniat untuk membantu kesulitan masyarakat sesuai dengan 8 Wajib TNI point ke 8 hingga kami sudah merasa dianggap keluarga tidak sedarah, atau keluarga baru mereka,” tutur Lettu Inf Adhega Alifianudhine.

Dansatgas Satuan Organik Yonif Raider 301/PKS Letkol Inf Mohammad Syaifuddin Fanany S.H., M.I.P menyampaikan juga ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat di Puncak Jaya Papua karena dalam melaksanakan tugas, masyarakat sangat membantu TNI.

“Meskipun diawal penugasan tatapan mata mereka sangatlah berbeda dengan sekarang yang sangat penuh kepercayaan dan kasih sayang, bahkan kami sudah dianggap sebagai anak sendiri,” pungkas Dansatgas.

Sementara itu, Mama Berimenda Kogoya (65) mengatakan sedih melihat anak-anak 301 pergi.

“Mereka sudah saya anggap anak. Mama sedih karena mereka-mereka sangat baik dan perhatian, hampir setiap minggu mampir mengecek kesehatan mama, mengantarkan obat, bahkan sembako. Anak-anak 301 itu sering datang ke rumah mama, sekali-kali masak dan makan bersama kami di honai,” ungkapnya.

“Semoga pengganti dari anak-anak 301 ini juga sama baiknya,” ucap Mama Berimenda Kogoya sambil menyeka air matanya.

Otentifikasi : Pendam XVII/Cenderawasih.

Check Also

Kodim 1709/Yawa Gelar Syukuran Dalam Rangka HUT Ke-61 Kodam XVII/Cenderawasih

Yapen ~ Kodim 1709/Yawa menggelar syukuran Hari Ulang Tahun ke-61 Kodam XVII Cenderawasih dengan mengusung …