Raja Aibon Kogila Resmikan Gereja Bantuan Kasad, Pendeta Nikolas Murib : “Tidak Pernah Ada Dari Tahun Ke Tahun TNI Seperti Ini

Intan Jaya – Kebahagiaan anak cucu mendiang Oktavianus Sondegau tak bisa ditutupi setelah Gereja Bazemba bantuan dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurrachman, S.E., M.M., selesai dibangun oleh para Ksatria Kostrad.

Didampingi oleh Gembala Yakob Sondegau dan disaksikan oleh para Pendeta dari beberapa Gereja di Intan Jaya, serta masyarakat Bazemba Yokatapa, Dansatgas YPR 305 Letkol Inf Ardiansyah alias Raja Aibon Kogila menyerahkan kunci Gereja kepada Ketua Klasis GKII, Pendeta Nikolas Murib, sebagai simbol resminya Gereja Bazemba digunakan sebagai rumah ibadah masyarakat Bazemba. Intan Jaya, Jumat (23/12/2022).

Tak peduli hujan yang tak ada hentinya membasahi tanah Intan Jaya sejak Selasa sore, masyarakat Bazemba penuh berkumpul, menyiapkan perayaan peresmian Gereja yang telah lama mereka idam-idamkan. Lima ekor babi, yang salah satunya merupakan hadiah dari Kasad serta 300 ekor ayam, dipotong dan dimasak dengan budaya bakar batu.

Suara-suara khas adat masyarakat Papua, hanya sesekali terhenti terdengar. Selebihnya, selalu menghiasi meriahnya suasana di halaman Gereja Bazemba. Bahkan, ramainya aktivitas di halaman Gereja, bisa terdengar sampai ke kampung-kampung sebelah.

Dipayungi rintik-rintik air hujan, dipimpin oleh Gembala Yakob Sondegau, masyarakat menyambut kedatangan Raja Aibon Kogila. Kalung anggrek dengan liontin taring babi serta noken asli dari serat kayu, dipakaikan oleh sang Gembala di leher Raja Aibon.

Itulah bentuk penghormatan tertinggi masyarakat Intan Jaya, yang biasanya hanya dianugerahkan kepada Kepala Suku Besar atau orang-orang tertentu.

“Terima kasih Bapak Gembala. Ini luar biasa. Terlalu mewah bagi saya untuk disambut dan diacarakan seperti ini,” ucap Raja Aibon Dansatgas YPR 305 kepada Gembala Yakob Sondegau sebelum melewati lorong warga yang berbaris sepanjang jalan.

Sehari sebelumnya, sudah diberitahu oleh para tokoh Bazemba bahwa acara peresmian akan dibuat semeriah mungkin. Masyarakat tidak mau jika bukan Raja Aibon yang meresmikan Gereja baru mereka. Hal ini karena mereka sudah umumkan di Gereja-gereja, bahwa Bapak Kasad membiayai pembangunan Gereja mereka, dan pasukan Raja Aibon yang bekerja setiap hari.

“Apa yang sudah kita kerjakan dihadapan masyarakat semua, ini bukan dari siapa-siapa. Ini dari Tuhan. Jadi, Tuhan yang sudah memberikan jalan untuk kita datang kesini, sehingga kita bisa ketemu dengan Bapak Pendeta semua, bisa membuat tempat ibadah seperti ini. Tuhan semua yang kasih, lewat saya. Jadi, semua berterima kasih, bersyukur kepada Tuhan. Pembangunan Gereja ini, didukung oleh Bapak Kepala Staf Angkatan Darat. Pimpinan kita di Angkatan Darat, Jenderal Dudung, Beliau yang mendukung untuk pembangunan Gereja ini. Kemudian, teman-teman dari suku Batak, campur-campur semua, teman-teman saya, mereka ikut membantu mengirimkan uang kepada kami untuk kita berbelanja-belanja semua. Kalaupun Beliau, Bapak Kasad tidak ada di sini, tidak hadir bersama kita, saya ucapkan terima kasih kepada Beliau, karena tanpa Beliau, kita tidak akan sanggup. Termasuk teman-teman kami yang ada di Kalimantan, Sumatera, di Jawa, yang ikut membantu. Mereka tidak hadir di sini. Mereka memberikan amanah kepada kami yang ada di sini, untuk menjalankan itu,” ucap Raja Aibon Kogila dalam sambutannya.

Semua terdiam mendengar setiap kalimat yang keluar dari mulut Raja Aibon. Tepuk tangan meriah dari warga, menjadi penutup, setela semua membalas salam Dansatgas YPR 305 Tengkorak dengan ucapan, “Amakanie”.

“Kami sampaikan ucapan banyak-banyak terima kasih membantu kami dengan tenaga, biaya, material, yang begitu luar biasa. Sebenarnya, secara pribadi, kami tidak mampu, untuk dapat berbuat sesuatu. Gereja yang bisa dikatakan Gereja percontohan yang ada di Kabupaten Intan Jaya. Kami tidak bisa membalas apapun jasa baik dari Bapak Komandan dan Bapak Kasad yang ada di Jakarta, termasuk Komandan beberapa Pos yang ada. Semua sudah bantu kami, kepala tukang (Letnan Basyir alias Bos Koper) bisa bantu kami, bisa kerja di sini. Luar biasa bisa selesai, sampai kita bisa dapat Gereja yang megah. Atas nama keluarga, saya dengan jemaat Bazemba. Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih. Tuhan Yesus yang membalas, kami tidak bisa membalas sesuatu apapun atas jasa baik yang Bapak-Bapak buat untuk kami,” ucap Gembala Yakob Sondegau, anak dari istri ke-14 mendiang Oktavianus Sondegau, mantan Kepala Suku Besar Intan Jaya.

Setelah Ketua Kelasis, Pendeta Nikolas Murib berbicara dihadapan warga, Raja Aibon Kogila kemudian menyerahkan kunci Gereja kepada sang Pendeta. Namun diawali dengan permohonan maaf, Raja Aibon meminta agar Pendeta Nikolas Murib, sebagai pimpinan jemaat Protestan Intan Jaya yang mengawali semuanya.

Tidak semua warga diijinkan oleh Gembala Yakob Sondegau memasuki Gereja. Sang Gembala menyampaikan bahwa masyarakat baru boleh masuk menjelang ibadah. Jadi, dikesempatan pertama, hanya rombongan Ksatria Tengkorak, para Pendeta dan tokoh masyarakat yang boleh masuk sekaligus melihat isi dalam Gereja yang telah dihias oleh para Ksatria Tengkorak. Dinding-dinding gereja penuh dengan lukisan-lukisan karya prajurit Kostrad dari Karawang. Mimbar megah di podium, telah dipercantik dengan pohon Natal, hadiah dari para prajurit.

“Saya juga ucapkan terima kasih kepada Komandan, karena tidak pernah ada dari tahun ke tahun TNI Polri membantu masyarakat. Tapi, TNI Polri yang membangun gereja saat ini luar biasa. Kami, seluruh masyarakat Intan Jaya, daerah Sugapa, mengucapkan terima kasih kepada Komandan Jenderal (Bapak Kasad). Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pejabat. Amakanie,” ucap Ketua Kelasis, Pendeta Nikolas Murib.

Berkali-kali para Pendeta, Gembala dan tokoh masyarakat mengacungkan jempol kepada Raja Aibon setelah melihat karya para prajurit TNI AD. Ucapan terima kasih diikuti jabatan tangan, ikut mewarnai obrolan di dalam Gereja. Bahkan, baru akan keluar dari pintu Gereja, Raja Aibon diminta kembali ke depan mimbar, hanya untuk berfoto bersama dengan Mama-Mama yang menyambut para Ksatria Tengkorak dengan tari-tarian.

Jelang selesainya rangkaian prosesi peresmian Gereja, Gembala Yakob Sondegau memberikan hadiah kepada ‘para tukang’, Lettu Inf Basyir alias Bos Koper dan anak buahnya, yang setiap hari disaksikan kerja kerasnya dalam menyelesaikan pembangunan Gereja. Satu persatu Gembala Yakob Sondegau menyebutkan nama-nama Ksatria Tengkorak untuk dikalungi noken serat kayu dan kalung anggrek emas. Bos Koper, Nursalim, Gatot, Rajab, Ali, Andi, Warkor, Toriq dan Arifin yang merupakan rombongan ‘tukang’, dikalungi satu persatu. Berikutnya, Kapten Poltak si Panglima Mamba, Rully yang memasang semua jaringan listrik serta Julet yang mengomandoi para pelukis dan penghias Gereja, menjadi tiga orang terakhir yang mendapatkan hadiah.

Sebelum berpisah dengan warga yang semakin sore semakin ramai, Raja Aibon didampingi Panglima Mamba dan beberapa prajurit, ikut menari bersama Warga. Yakobus Sondegau, yang merupakan Ketua Pembangunan Gereja, mengomandoi warga untuk menari.

Dalam pamitnya dengan para tokoh Bazemba, Raja Aibon menitip pesan khusus untuk keluarga Sondegau. Dalam pesannya, Raja Aibon meminta agar keluarga mereka kembali berkumpul dengan masyarakat, membangun dan menjaga ketenangan Intan Jaya agar masyarakat semakin sejahtera.

Yakobus Sondegau sekali lagi menyampaikan, bahwa bukan hanya masyarakat Intan Jaya yang mengatakan, TNI pimpinan Raja Aibon sangat baik dan sangat membantu masyarakat.

Namun, berita tentang kebaikan Raja Aibon Kogila dan pasukannya, telah tersebar sampai ke luar wilayah Intan Jaya.

“Bahagia selalu saudaraku, bahagia selalu masyarakat Intan Jaya. Para prajurit TNI AD akan selalu hadir, mengatasi kesulitan rakyat dan semaksimal mungkin berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Otentifikasi : Pendam XVII/Cenderawasih.

Check Also

Pangdam Beserta Ketua Persit KCK Daerah XVII/Cenderawasih Gelar Halal Bihalal Bersama Prajurit dan PNS

Kegiatan saling maaf memaafkan atau yang biasa disebut Halal Bihalal setelah menunaikan ibadah Shalat Idul …