Tentara Utusan Tuhan Muncul Di Saat Yang Tepat, Buat Pagi Hari Intan Jaya Cerah Dan Bahagia

Intan Jaya – Di tengah gencarnya isu ‘Perang Revolusi Total’ yang dihembuskan oleh gerombolan KST Papua, para Ksatria Kostrad di Intan Jaya justru menggalakkan program Borong Hasil Bumi. Hal ini dilakukan demi terus meningkatnya kesejahteraan masyarakat, sesuai perintah Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M. Intan Jaya, Kamis (12/1/2023).

“Seperti yang kita lihat dalam dua Minggu terakhir ini, hanya sedikit Mama-mama yang datang dari kampungnya ke kota Sugapa untuk menjual hasil kebunnya. Mereka semua sibuk Pasca menyambut tahun baru 2023. Sudah pasti saat ini uang, minyak, beras dan kebutuhan sehari-hari mereka sudah menipis, atau bahkan sudah habis. Jadi, enggak usah banyak tawar dan enggak usah pilih-pilih. Beli saja semua. Saya siapkan 15 juta untuk hari ini. Itu sejam saja saya rasa sudah habis uangnya,” ucap Letkol Inf Ardiansyah.

Program borong hasil bumi merupakan salah satu program unggulan bidang teritorial Satgas YPR 305 Tengkorak Kostrad selama menjalankan tugas di tanah Papua. Pertama kalinya program ini dilaksanakan pada tanggal 17 September 2022, tiga hari setelah seluruh Ksatria Tengkorak menginjakkan kakinya di Intan Jaya. Sejak saat itu, minimal dua kali dalam sebulan program ini dilaksanakan. Alhasil, masyarakat Intan Jaya yang tinggal di ujung-ujung kampung, mengetahui bahwa pasukan Kostrad dari Karawang yang hadir di Intan Jaya saat ini, benar-benar datang untuk mensejahterakan masyarakat.

Awalnya, tidak sedikit masyarakat yang enggan untuk diajak berkomunikasi oleh para Ksatria Tengkorak. Namun, dengan banyaknya kegiatan yang dilakukan, membuat masyarakat bukan hanya mau diajak _ngobrol_, bahkan yang terbaru, masyarakat Sani berani angkat senjata ketika gerombolan KST pimpinan Apeni Kobogou, berusaha merusak fasilitas bermain dan penerangan yang sengaja dibuat untuk masyarakat. Bahkan, informasi yang diperoleh dari beberapa warga Mamba dan Sambili, Apeni Kobogou terkena _bogem mentah_ dari tangan kekar para pemuda Sani.

Di awal Januari ini, Dansatgas YPR 305 Tengkorak Kostrad sengaja menyelenggarakan program borong hasil bumi di Pos Koper. Hal ini karena posisi Pos Koper persis di pinggir jalan utama. Mama-mama yang datang dari Hitadipa, Titigi, Bamonggo, Eknemba, Dugusiga serta dari Mamba dan Sambili, akan melewati depan Pos Koper ketika hendak ke pasar.

Benar saja, saat matahari sudah mulai menerangi Intan Jaya, Mama-mama dan anak-anak mengelompok, berjalan menanjak dari kampungnya menuju kota Sugapa. Betapa gembiranya mereka ketika dipersilahkan masuk melalui gerbang Pos Koper dan diberitahu bahwa barang bawaannya akan dibeli semua. Betapa tidak, tak sedikit dari mereka yang terlihat _ngos-ngosan_, karena selain harus berjalan menanjak, barang bawaannya juga sangat banyak.

“Amakanie, Amakanie. Terima kasih,” berulang kali kata-kata tersebut terucap dari mulut Mama-mama setelah seluruh bawaannya habis terjual.

Mayor Anjas, Kapten Anwar, Kapten Poltak, Kapten Suryo, Lettu Basyir dan Lettu Bima tak mau ketinggalan berbelanja, sekaligus sesekali mengajak Mama-Mama bersenda gurau. Bapa Pater didampingi beberapa Ksatria dari Pos Koper, tak lupa menjalankan ‘ritualnya’, membagikan gula-gula dan cokelat yang mang sudah disiapkan. Tak ada sedikitpun raut wajah takut dari Mama-mama dan juga Anak-anak kepada para Ksatria Tengkorak. _Saking_ baik dan terasa dampak kehadirannya di tengah-tengah masyarakat, beberapa tokoh agama dan tokoh masyarakat mengatakan bahwa pasukan Kostrad pimpinan Satgas YPR 305 Tengkorak Kostrad adalah ‘Tentara Utusan Tuhan’.

Satu jam lebih para Ksatria Tengkorak berbaur sambil bersenda gurau dengan masyarakat di halaman Pos Koper. Tak terasa, uang 15 juta ludes tak tersisa. Bahkan, Poltak si Panglima Mamba harus merogoh kocek sendiri diwaktu akhir, karena harus membayar beberapa hasil bumi dari kelompok terakhir Mama-mama.

“Tidak apa-apa Komandan. Aman. Yang penting warga bahagia,” ucap Poltak Siahaan si Panglima Mamba kepada Raja Aibon Kogila atau Dansatgas YPR 305 Tengkorak Kostrad.

“Iya Laek. Alhamdulillah, kelihatan warga senang,” ucap Raja Aibon Kogila.

Seperti biasanya, setelah bawaannya habis terjual dan mendapatkan uang, Mama-mama dan juga anak-anak melanjutkan perjalanannya menuju Kota Sugapa. Disana, mereka memanfaatkan uang yang mereka dapatkan untuk membeli kebutuhan dapur mereka, seperti beras, minyak goreng, kopi, gula dan lain-lain. Jika Ksatria Tengkorak tidak menjalankan program Borong Hasil Bumi, tidak sedikit dari mereka yang barang bawaannya tidak habis terjual, meskipun sudah menggelar dan menunggu hingga siang hari.

Oleh Satgas YPR 305 Tengkorak Kostrad, para Ksatria Tengkorak di Pos Koper diperintahkan untuk membagi lima seluruh belanjaan. Hal ini karena setelah ini, sayur mayur, umbi, kacang dan lain sebagainya akan diberikan untuk prajurit yang berada di Pos Bilogai, J2, Holomama, Mamba dan juga Koper. Sertu Johan yang merupakan Bintara Operasi Pos Koper memimpin langsung pasukannya, agar adil dalam membagi barang belanjaannya. Itulah salah satu contoh kebersamaan yang diterapkan oleh Raja Aibon Kogila kepada seluruh pasukannya.

Semoga para Ksatria Tengkorak yang bertugas di Intan Jaya, terus dapat melanjutkan program Borong Hasil Bumi ini. Para Ksatria Tengkorak hanyalah utusan, bagian kecil dari prajurit TNI Angkatan Darat yang hadir di Intan Jaya, untuk melayani dan melindungi masyarakat, serta semaksimal mungkin berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat Intan Jaya.

Otentifikasi : Pendam XVII/Cenderawasih.

Check Also

Karya Bakti Dalam Rangka HUT Kodam XVII/Cenderawasih Ke-61 Tahun 2024

Karubaga – Pasiter Kodim 1716/TLK Kapten Inf V.L Cendra Hungan memimpin jalannya pelaksanaan Karya Bakti …